mahalnya celana jeans

March 16, 2008

jeans

hari rabu tanggal 12 kemaren, yg tinggal di jakarta pasti tahu bagaimana binalnya lalu lintas sore harinya, selepas hujan.

kendaraan menumpuk hampir di setiap ruas jalan yang bisa dilalui di jakarta. saya pun menjadi salah satu dari banyak orang yang mungkin terkena imbasnya.

pukul 6 berangkat ke kampus di kawasan roxy untuk ujian akhir mata kuliah sistem digital, dan tebak apa yang terjadi..
dari kebayoran ke blokm yang biasanya hanya 5-10 menit, kali ini bengkak menjadi 1,5 jam! jadilah saya di blokm pukul 7.30, untuk ujian yang dimulai pukul 7, harusnya sekarang pun saya sudah terlambat.

kondisi yang gerimis, kelalahan yang luar biasa, macet yang bikin sesak membuat saya berpikir, apa iya mau dilanjutkan? keraguan pun berakhir ketika melihat antrean tiket busway di blokm yang sangat-sangat tidak wajar. dengan asumsi tiba di kampus sekitar pukul 21.30 bukan hanya ujian yang telah selesai, kampus pun telah dikunci.
bulat tekat saya sekarang. kampus, ujian dan berdesakan di busway telah saya coret dari jadwal saya hari itu. saya ada blokm, pukul 7.30 dengan pembatalan mutlak untuk ke kampus. apalagi yang saya pikirkan, tentu saja masuk ke mall dan.. shopping!

jadilah sekarang, keluar dari blokm, pulang dengan hasil sebuah celana jeans baru. ya, jeans yang tak hanya berharga beberapa rupiah, tetapi juga 3 sks sistem digital saya.

Advertisements

6 Responses to “mahalnya celana jeans”

  1. tehaha Says:

    rabu itu saya melalui perjuangan melelahkan melewati jalanan lurus di sekitar senayan..
    jalanan penuh sesak, mobil tak bergerak..
    jakarta oh jakarta…
    ๐Ÿ™‚


    [ sepertinya kok Jakarta ndak bisa ngasih yg lebih baik dari itu ya mas ]

  2. kw Says:

    ha ha saya juga menjadi korban tentu saja.

    meski menyadari betul akan macet luar biasa, aku nekat pulang dengan berlari kecil menuju halte karena gerimis yang agak deras. namun aku harus mampir ke blok m, mencari buku yang ada kutipan dahsyatnya. aku tak sabar menunggu sampai besok atau besoknya.

    sekian menit di bawah pohon, metromni berhenti setelah aku hadang lajunya. cukup kosong, hanya beberapa penumpang, karena memang berlawanan arah dengan rumah para pekerja yang ke selatan.

    baru beberapa tarikan nafas, metromini berhenti di depan gang. menuggu ibu-ibu yang membawa barang dagangan. jalanan tampak masih normal sampai perempatan lampu merah yang kalau belok kiri mengarah ke kemang.

    laju metromini melambat. kemacetan mulai nampak. seorang di sebelahku terkantuk-kantuk dengan bibir setengah terbuka. laki-laki yang di depanku berusaha memanjangkan lehernya untuk segera tahu seberapa kemacetan yang akan dia derita.

    perjalanan sampai lampu merah mampang prapatan menghabiskan waktu 40 menit. sekarang sudah jam 19:30, saya harus berkejaran dengan pintu gramedia yang tutup jam 21. di depan pasar tampak ojek berderet. namun aku raba kantongku hanya menemukan beberapa lembar kertas bergambar pahlawan dari maluku.

    masih cukup sebenarnya. namun teknologi itu tak dapat di percaya. andai aku tak bisa mengambil uang dari atm yang tinggal sekali tarik itu, aku tak bisa pulang. gila saja malam malam pulang jalan kaki dari blok m ke bintaro. mungkin inilah hasil ketaksabaranku mengontrol emosi.

    aku dian-diam berdoa, mudah-mudahan selepas lampu merah blok s lanjar jaya. karena aku bukan orang baik-baik, doaku tak dikabulkan.

    akhirnya tepat di depan kfc saya turun dan memilih jalan kaki sampai grand pasar raya. gramedia ada di sampingnya. sukses memperoleh buku itu, masalah belum selesai. aku kelaparan.

    aku melangkah ke atm yang di blok m mall, yang di bawah terminal. dan benar. โ€œmaaf ada gangguan teknis blabla blaโ€ฆ muncul dari mesin keparat itu. aku tak punya pilihan lain selain ke menuju ke pinggir jalan.

    lama-lama banyak juga yang menemani. oh bukan. mereka juga menunggu metromini yang berjurusan sama. 4 metromini lewat, tak ada yang berhenti karena full habis-habisan. bahkan untuk nambah satu orang pun tak bisa meski harus menggadaikan selembar nyawa dengan bergelantungan dengan satu tangan.

    makin malam, gerimis turun. dan aku masih tak punya pilihan lain, menunggu.


    [ Byuh Gustii…, soro tenan to mas sajake, tapi akhire sampe rumah toh? ๐Ÿ˜€ ]

  3. Ghatel Says:

    saya lebih suka pake celana yang bukan jeans… ๐Ÿ˜€

  4. ardianzzz Says:

    Hai! salam kenal..
    hehe celana jeans saya harganya cuma 80.000 udah pernah tak bawa masuk hutan, naik gunung, turun gua…zzz. . .


  5. […] yang terjadi disaat itu, terlalu konyol untuk mengantri berjam-jam dan pada akhirnya kehabisan oksigen dan pingsan di depan […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: