sebelumnya, silaken berkunjung dulu ke ***link removed*** dan liat-liat.
sudah?

nah kurang antusiasnya user untuk menggunakan ipv6 (selain karena alasan “belum butuh”) adalah karena kurang adanya provider dengan konten menarik yang mewajibkan user untuk menggunakan ipv6 dalam mengaksesnya.

contohnya search engine (tak usah saya jelaskan lagi seberapa besar kebutuhan user untuk menggunakan jasa search engine). jika (seandainya) Google hanya menempatkan search engine nya dengan platform ipv6 (tidak dengan dual stack) maka mau tidak mau user akan berusaha mendapatkan/memasang ipv6 di laptop mereka untuk bisa mengakses google (selain alternatif berganti search engine ke yahoo! atau altavista tentunya).

nah link yang saya suguhkan diatas memiliki ide yang cukup menantang, yaitu menyuguhkan konten-konten “panas” dan GRATIS dengan menggunakan ipv6. ok, kita tak perlu berbicara moral dan etika terlebih dahulu, sebab gak bisa dielakkan lagi user sangat “mencari” konten jenis ini dan sayangnya saat-saat sekarang sukar sekali dijumpai yang gratis. nah dengan disediakannya konten adult gratisan dan menggunakan ipv6, sangat dimungkinkan user akan berusaha mendapatkan dan menggunakan ipv6 ini di workstation mereka, karena memang cukup mudah mendapatkannya. cukup lapor ke provider internet tempat berlangganan, saya yakin mereka punya solusi yang bagus untuk Anda.

tapi untuk menghadirkan konten panas di indonesia? saya kira dengan alasan apapun akan menemui jalan buntu. jadi ya mestinya dipikirkan untuk memberi konten lain yang tak kalah menarik tentunya. atau dengan menggratiskan beberapa layanan internet berbayar hanya jika diakses dengan ipv6 misalnya. (ok, maksud saya disini adalah seperti detikportal).

berminat ?


nb: trims buat mas KW yang sempet nyindir buat kembali menulis

Advertisements

orang top

April 29, 2008

saat ke bandung beberapa waktu yg lalu. ada hal menarik yg menggelitik perhatian saya di sekitaran jalan riau. bukan heritage dan sederetan factory outlet yang bejibun jumlahnya. bukan juga wanita-wanita bandung yang cukup menarik dan berseliweran di depan saya. namun karena seorang bocah perempuan berpakaian training bersendal japit dan menggapit beberapa lembar koran berbungkus plastik.

seharian dia bergumul dengan binalnya kota bandung dan penghuni nya yg lebih heterogen dari hutan-hutan di indonesia bagian manapun. salutnya saya, dia masih sempat tersenyum kepada saya sambil menyodorkan beberapa lembar koran yg saya beli. seakan panasnya hari itu sama sekali tak membuat wajahnya murung dan menangis, seperti anak-anak seusianya biasa lakukan di pelukan ibu-ibu mereka.

orang top

saya suka menyebutnya dengan ‘orang top’. dengan perspektif saya sendiri tentunya, kalau sampeyan bagaimana?
nah, yang saya ingin ngerti sekarang adalah, apa yg kira2 sedang sampeyan lakukan pada saat usia-usia seperti bocah itu ? tidur di kasur empuk sambil ngemut permen yg tak ada habisnya atau malah membantu simbok mengangkat dagangan ke pasar atau bermain gundu dan layangan di sawah, atau….

mahasiswa tak normal

April 23, 2008

selasa malem kemaren saya (dengan sedikit terpaksa) berangkat ke kampus dengan tujuan ikut ujian mid. 3 sks Pengelolaan Sistem Informasi (PSI) dipertaruhkan di sini, meskipun masih midtest.

berangkat dengan nebeng mr.x, misi suci perjalanan ke kampus roxy pun resmi dimulai. rekor limabelas menit dari kebayoran baru ke roxy berhasil ditorehkan mr.x dalam sejarah per-sepeda-motoran versi manusia normal. tentu saja dengan kondisi jalanan macet berat khas jakarta, 3 spion mobil berhasil dibengkokkan dengan meriah-nya oleh mr.x.

tiba di kelas terlambat 5 menit, pak dosen sudah duduk manis di tempatnya. soal dibagikan, baca sekilas, dan perhatikan reaksi mahasiswa lain, ok, ternyata tidak ada yg menunjukkan gejala penyakit tidak-mengerti-soal-samasekali seperti yg tengah saya derita. jangan heran, untuk mata kuliah PSI, baru kali ini saya melihat wajah pak dosen yang imut dan funky ini. hari-hari sebelumnya, bahkan saya tidak tahu apakah dosen saya lelaki atau perempuan. jadi, tolong jauhi perilaku sesat seperti ini, saudara-saudara!

beberapa kali berusaha nengok kertas jawaban cewek tak dikenal di sebelah kiri, selalu ketahuan dan si cewek buru-buru nutup jawabannya. DASAR PELITTT!! jerit saya dalam hati. toh saya sempat melihat 5 ~ 6 jawaban dari kertasnya. hehehe, rasain! sisanya? jangan nanya, udah pasti saya nembak, alias menurut kata hati, jawaban mana yg paling sreg di mata, itulah huruf yg beruntung untuk saya silang. heheheh.

satu jam kemudian banyak mahasiswa yg sudah selesai dan mengumpulkan jawaban. saya panik. sebetulnya saya cukup yakin dengan jawaban-jawaban hasil nembak saya yang telah terbukti, ehm, jitu itu. tapi beberapa detik sebelum saya putuskan untuk mengumpulkan jawaban. dddrrrttt… handphone bergetar dengan biadabnya. ups, sms dari niko, dia ikut ujian juga tapi sudah keluar duluan. isinya, dbdcdbacaa dbacdbbd bdabd, yiiiha! jawaban ujian jek! lebih dari setengahnya tidak sama dengan jawaban saya. apa boleh buat..? akhirnya lebih dari setengah nomor soal saya silang lebih dari satu pilihan. satu pilihan yg salah, satu pilihan lagi pembetulannya. sip. langsung kumpulkan, sambil senyum2 mesum.

pas keluar kelas ketemu niko di luar.. yuhuu.. kalau seketika niko berubah wujud jadi cewek, pasti sudah saya pacarin saat itu juga. tapi mendadak semuanya menjadi mimpi buruk ketika dia bilang: ‘tadi itu jawaban yg aku kirim ke kamu kok kayaknya gak ada yg cocok yah? aku tinggal main forward aja lhoo!’ jeger!! itu berarti nilai ujian saya bakal jeblok habis-habisan. dan saya tahu betul mahasiswa normal akan merasa sedih karena itu. tapi rasanya saya tidak merasakannya. semua terasa begitu biasa.. duuh, bagaimana yah caranya bisa menjadi mahasiswa normal ?

entah saya yg kuper atau pak dosen yang terlalu banyak menonton film horor.. tapi beliau benar-benar membri gelar kelas kami \'eksekutif\'

entah saya yg kuper atau pak dosen yg terlalu banyak menonton film horor..tapi beliau benar-benar memberi gelar kelas kami ‘eksekutif’

itu bukan pintu lift!!

April 15, 2008

“KHUSUS BUSWAY”. Tulisan berwarna putih dengan latar hijau itu kini bisa sedikit tersenyum sebab setidaknya eksistensinya sedikit membawa hasil. jalur busway menjadi benar-benar eksklusif beberapa saat terakhir, bebas dari roda-roda lain selain busway, ambulance, pemadam kebakaran dan, ehm, para pejabat. (tapi saya sangat tidak yakin mereka taat bukan karena dua kata ‘KHUSUS BUSWAY’ itu, tapi kan karena…, you know lah)

secara pribadi yang menjadi penggelayut (apa sebutan orang yang selalu bergelayut di dalam busway?) setia bus raksasa ini, banyak kenangan manis dan kurang manis yang saya dapat. dasar saya orangnya tidak suka menunggu dan menghabiskan waktu dengan berdiri mengantri tanpa melakukan apapun, saya akan lebih memilih keluar dari antrian dan berdesak-desakan di dalam metromini, tapi setidaknya saya dalam kondisi “bergerak”. hahaha.

seperti yang terjadi disaat itu, terlalu konyol untuk mengantri berjam-jam dan pada akhirnya kehabisan oksigen dan pingsan di depan umum (hehe, jangan terlalu serius menanggapinya, saya terlalu mendramatisir kok).

yang paling terasa konyol adalah yang terjadi ketika saya kembali dari jogja, hari senin kemaren.
matahari masih malas mengahamburkan sinarnya untuk penduduk jakarta yang tak pernah bisa menunggu. tapi kemacetan kota jakarta senin pagi ini tampaknya lebih menakutkan bagi mereka daripada apapun yang kasat mata, lalu hal ini lah yang terjadi, pukul 5.30 pagi busway telah penuh sesak! tempat duduk di busway menjadi sama berharganya dengan sekardus indomie bagi korban banjir.

transit di halte dukuh atas, lemas sekali rasanya. dengan kelelahan yang luar biasa, samar-samar saya melihat busway koridor 6 dengan kondisi lengang. wakss.. mangsa empuk, entah dari mana, saya merasa energi saya memuncak sampai ubun-ubun. Hup, pembatas dari tali rafia saya lompati dengan sukses, saya dekati pintu belakang bus dan, Oh God.. pintu laknat itu bergerak menutup, terbiasa pakai lift di kantor, tangan kanan saya berusaha menahan pintu bus berharap akan terbuka lagi dengan otomatis, sama seperti pintu lift. itulah kebodohan saya disamping kebodohan-kebodohan yang lain. ehm, jadi saya tegaskan saja, PINTU BUSWAY ITU SAMASEKALI BERBEDA DENGAN PINTU LIFT, KAWAN! bukannya terbuka, dia malah terus menutup hingga menjepit tangan kanan saya, sip.. jadilah sekarang telapak tangan kanan saya setengah berada di dalam, dan setengahnya lagi ada di luar. beberapa saat saya menggelepar menahan sakit dan memukul-mukul badan bis dengan brutalnya. orang yang duduk di bagian belakang dan kebetulan melihat setengah tangan saya pasti akan berpikir, ‘wah.. wah.. lihatlah, ternyata busway ini telah terkena kutukan hantu tangan buntung, itu ada jari-jari tangan bergerak di pintu!’ tanpa melihat ada manusia sekarat berwajah ganteng sedang kejang-kejang di luar.

entah karena ada orang yang memberitahu sopirnya atau apa.. tiba-tiba pintu terbuka lagi. tangan saya terbebas dan saya segera bisa masuk dengan sedikit terpelanting. tanpa melihat wajah penumpang di bangku belakang, saya segera kabur ke bagian depan. sambil memegangi tangan kanan, saya senyum-senyum mesum di dalam bus. sambil bersumpah dalam hati, saya tak akan pernah menahan pintu busway dengan tangan lagi!

*saat menulis postingan ini pun telapak tangan saya masih terasa ngilu.

OverAll…

April 14, 2008

ok, ok,.. sebelum saya babak belur ditimpukin batu bata sama orang2 sekantor gara2 gak bawa oleh2 sama sekali dari Jogja, mending saya cerita dulu.

Rencana balik ke jakarta pukul 7 malem pake kereta api, eh, pukul setengah 2 ATM off line semua, padahal cuman ada beberapa lembar duit saja di dompet. Panik, akhirnya nunggu sambil berdoa (sambil belanja dagadu, yang bayarnya bisa gesek :D) Balik dari dagadu, ATM lencar lagi (horeee). Tapi, tiket kereta kosong yang ke jakarta, udah ludes semua. huks..!

Apess

Di pintu ATM itu tulisannya “Maaf, ATM OFFLINE!”

Panik lagi, langsung pukul 2 cabut ke terminal buat berburu bis malem ke Jakarta. Wih, dapet juga, tapi.. Oh God, berangkat pukul 3 sore, itu berarti beberapa menit kemudian. :((
Jadilah akhirnya, di atas bis malem, pukul 3 sore, dengan tangan kosong, tanpa oleh-oleh, perut belum terisi apapun. Sip, lengkaplah sudah!

Pas sampe di Kendal, kaca spion sebelah kiri bisnya ancur, gara-gara kebentur bak truk.
Ya, kira-kira seperti itulah, jadi kalo masih ada yang nanyain oleh-oleh sambil ngomel juga, ok, saya terima. Tapi di mana hati nuranimu wahai manusia… huuuuu… :((

Padahal kemaren ada yang wanti-wanti pesen “hei, jangan lupa bawa makanan khas nya yah..!” dengan tatapan mata yang seolah berkata “heh, gak bawa makanan, gue gorok lu.” Dan sekarang dengan pasrah saya hanya bisa mengatakan “silahkan”, sambil nyodorin leher.

*but overall, I do enjoy this trip!

mahalnya celana jeans

March 16, 2008

jeans

hari rabu tanggal 12 kemaren, yg tinggal di jakarta pasti tahu bagaimana binalnya lalu lintas sore harinya, selepas hujan.

kendaraan menumpuk hampir di setiap ruas jalan yang bisa dilalui di jakarta. saya pun menjadi salah satu dari banyak orang yang mungkin terkena imbasnya.

pukul 6 berangkat ke kampus di kawasan roxy untuk ujian akhir mata kuliah sistem digital, dan tebak apa yang terjadi..
dari kebayoran ke blokm yang biasanya hanya 5-10 menit, kali ini bengkak menjadi 1,5 jam! jadilah saya di blokm pukul 7.30, untuk ujian yang dimulai pukul 7, harusnya sekarang pun saya sudah terlambat.

kondisi yang gerimis, kelalahan yang luar biasa, macet yang bikin sesak membuat saya berpikir, apa iya mau dilanjutkan? keraguan pun berakhir ketika melihat antrean tiket busway di blokm yang sangat-sangat tidak wajar. dengan asumsi tiba di kampus sekitar pukul 21.30 bukan hanya ujian yang telah selesai, kampus pun telah dikunci.
bulat tekat saya sekarang. kampus, ujian dan berdesakan di busway telah saya coret dari jadwal saya hari itu. saya ada blokm, pukul 7.30 dengan pembatalan mutlak untuk ke kampus. apalagi yang saya pikirkan, tentu saja masuk ke mall dan.. shopping!

jadilah sekarang, keluar dari blokm, pulang dengan hasil sebuah celana jeans baru. ya, jeans yang tak hanya berharga beberapa rupiah, tetapi juga 3 sks sistem digital saya.

Mari Menjilat

March 14, 2008

Penjilat Pantat bos
Bagaimana agar saya bisa cepat naik jabatan dan memperoleh gaji bagus di kantor ?
Saya telah menemukan caranya, menjadi penjilat. Ya, bekerja sekenanya bahkan cenderung hanya bermain-main saja, mendengarkan musik dan ngobrol dengan teman-teman di internet di saat bos tidak ada, tapi ketika si bos datang, segera saya akan mengganti wajah. Serius bekerja dengan membuka aplikasi yang ‘keren’ dan akan membuat bos terkesan, memegang kepala dengan sebelah tangan agar terkesan berpikir keras memecahkan persoalan perusahaan, wah, pasti bos segera akan melihat bahwa saya adalah seorang karyawan teladan yang akan segera membuat profit perusahaan meningkat puluhan kali lipat.
Saya juga tidak perlu bergaul dengan karyawan-karyawan lain yang tidak terlalu saya butuhkan, cukup dekati dan ciptakan kesan akrab dan kekeluargaan dengan para dedengkot perusahaan saja. Mulai supervisor ke atas lah. Saya akan usahakan untuk berkomunikasi dengan mereka setiap harinya, entah itu membicarakan issue yang sedang hangat yang bermunculan di berita, ataupun sekedar bertanya kabar dia atau keluarganya.

Tak lupa untuk melihat keadaan sekitar, lihat saja, siapa yang sekiranya akan menghalangi langkah saya. Orang yang bekerja dengan serius dan mulai menarik hati pimpinan tidak bisa dibiarkan, tentu saja akan ‘membahayakan’ jalan saya. Jatuhkan dia! Bagaimanapun caranya, kalau perlu yakinkan atasan bahwa saya lah yang paling baik, tak lupa dengan sedikit bumbu keburukan-keburukan si rival kerja. Pasti bos tak akan meliriknya lagi.

Ok, lengkaplah rencana saya. Bisa saya pastikan si bos akan sangat dekat dengan saya, yakin denga kinerja saya dan yang paling pokok adalah jabatan bagus dan gaji saya yang akan terpompa dengan lancar. Huuh..

Hey, apa Anda orang seperti saya ??