IE di Linux ?

February 20, 2008

ies4linux

Kemaren saya coba pasang internet explore (IE) di desktop Kubuntu saya.
IE.. Buat apaan?? jawabannya simple, buat nulungin temen. 😀

Software nya ies4linux.
OK, Download dulu source nya di sini  (kalo belom pindah)
Anda akan membutuhkan wine dan cabextract, untuk bisa menjalankan IE di Linux.
di Ubuntu (dan keluarganya) bisa langsung pake ‘apt-get install wine cabextract’.

  1. tar zxvf ies4linux-latest.tar.gz –> Extract source file instalasi
  2. cd ies4lin*
  3. sudo ./ies4linux –no-gui –install-corefonts –install-ie55 –install-ie5 # Saya tidak berhasil menginstallnya dalam kondisi root#

Perintah di atas akan menginstall ie4linux plus fonts-fonts standar windows plus flash player untuk IE. Saya sangat merekomendasikan Anda menginstall aplikasi ini dalam kondisi tersambung dengan internet, sebab jika paket tidak ditemukan, dia akan mencarinya di internet (kebanyakan akan diarahkan ke sourceforge).

Mungkin instalasi akan terhenti beberapa kali karena jenis font tidak ditemukan. Maka yang harus Anda lakukan adalah mendownload nya langsung dari internet (dengan bantuan Google) dan meletakkannya di folder yang telah ditentukan. Percayalah, proses ini tidak sulit tetapi cukup memakan waktu dan kesabaran. 😀

Setelah instalasi benar-benar selesai, Anda bisa mencoba menjalankan Internet Explore Anda dengan interface Wine, ketik ‘/path/to/ies4linux/bin/ie6’ di konsole

Violla.. Jadilah IE menari-nari di atas KDE ..

Advertisements

Hi,

Kalo mungkin malas melakukan instalasi/kompilasi snort dkk di mesin Unix, ada solusi singkat dan cukup meriah.

Cukup install OpenIDS di mesin Anda, Aplikasi ini berjalan di atas OpenBSD, jadi instalasi yang dilakukan sama persis ketika kita menginstall OpenBSD.

Paket yang akan terinstall ketika Anda menginstall OpenIDS antara lain :

  • OpenBSD sbg OS platform nya
  • Snort
  • MySQL
  • BASE
  • SnortALog
  • Oinkcode
  • dll

Ok, bagi yg tertarik, silakan baca2 dulu di http://www.prowling.nu/.

Memang sampai saat ini belom ada mirror atau repo di Indonesia, tapi setahu saya di situs nya itu ada HowTo yang sudah ter translate ke Bahasa Indonesia.

OK, Salam ngoprek!

dEekZ_

Apache+PHP Di TSL/Trustix

November 16, 2007

Buat yg udah pada master, minta sedikit pencerahannya..
Iseng2 install Trustix, pingin nyobain distro yang konon paling ‘secure’ di keluarga Linu* ini.
Instalasi lancar, gak lupa di add juga Apache+PHP waktu instalasi.
Masalah mulai muncul waktu pingin jalanin Apache+PHP.. Ada beberapa perbedaan dengan Linux pada umumnya Bos..

~ Document root default ada di /home/httpd/html/, jadi jangan coba2 mencari nya di /var, karena memang tidak ada disana. hehehe
~ Secara default Apache di TSL tidak mengijinkan penulisan sintax PHP dengan <? saja, tapi harus komplit.. <?php.

Jadi seperti ini:

# Pertama, pastikan modul php telah ter-load di httpd konfig nya. Cari di /etc/httpd/conf.d/httpd-php.conf. Contohnya sbb:

——————————————————–
### The follwoing is needed to enable PHP5 support
LoadModule php5_module /usr/lib/apache/libphp5.so
AddType application/x-httpd-php .php .php4 .php5 .inc
AddType application/x-httpd-php-source .phps

——————————————————–

# kedua, buat skrip sederhana di doc root nya, bisa dengan phpinfo() saja. (jangan lupa dengan diawali dengan <?php)
# jalankan Apache (/etc/init.d/httpd start) lalu periksa di browser Anda, Belum berhasil?? silahkan periksa log apache nya dan paste-kan hasilnya di comment 😀

Error yang mungkin nongol;
~ Waktu menjalankan Apache pertama kali, sangat dimungkinkan muncul peringatan : “Could not determine the server’s fully qualified domain name, using <ip anda> ServerName”
—> Hal tersebut disebabkan Apache tidak menemukan ServerName di konfig httpd nya. Jika tidak memiliki FQDN yang terdaftar, gunakan IP saja. Misal:

——————————————————-
ServerName 192.168.11.111:80  —-> sisipkan di file /etc/httpd/conf/httpd.conf
——————————————————-

~ File .php tidak bisa terbaca browser, padahal yakin konfig telah benar.
—> seperti yg disebutkan diatas, TSL secara default tidak mengijinkan penulisan sintak dengan <? saja, melainkan harus lengkap <?php. Jika tidak terbiasa dan ingin tetap menggunakan <? saja, silakan edit file /etc/httpd/php.ini. Ubah baris berikut:

——————————————————-
short_open_tag = Off
——————————————————-

rubah menjadi

——————————————————-
short_open_tag = On
——————————————————-

~ Muncul Error di browser, macam “Forbidden, You don’t have permission to access / on this server”
—> jangan lupa untuk merubah permission file di document root server kita,

——————————————————-
# chmod -R 755 /home/httpd/html/*
# _
——————————————————-

Sementara sekian, silakan dicaci maki..
😀

Download .iso OpenBSD 4.2, sreeet, beres.. bakar, install..
Installing packages.. kok banyak yg gak cocok yah..??
Pas install wget, wah.. ngadat!!

—————————————————————–
# pkg_add wget.xxx.tgz
Can’t install wget.xxx.tgz: lib not found c.39.3
Even by looking in the dependency tree:

Maybe it’s in a dependent package, but not tagged with @lib ?
(check with pkg_info -K -L)
If you are still running 3.6 packages, update them.
# _
—————————————————————–

Wah, library nya gak nyambung Bos.. Aneh juga yah.. Udah nyampe versi 4.2 eh masih juga minta library nya 3.9.

Ok dah, carii!
Ternyata nemu lib di /usr/lib/libc.so.41.0
Sip, tinggal bikin symbolic link ajah.. jadi setiap request yg mengarah ke libc.39.3 akan di ‘umpankan’ ke file /usr/lib/libc.so.41.0.

—————————————————————–
# ln -s /usr/lib/libc.so.41.0 /usr/lib/libc.so.39.3
# _
—————————————————————–

Ok, siap!
coba lagi deh…

—————————————————————–
# pkg_add wget.xxx.tgz
wget.xxx: complete
# _
—————————————————————–

Siap dunlut dah..!!

Mounting NTFS di Fedora

August 16, 2007

Langsung ajah, jengkel dengan terror virus yang gak ada abis-abisnya, muncullah ide buat ganti OS di PC kantor ke Linux.
Mikir2, akhirnya jatuhlah hatiku ke Fedora Core 6. Selain tampilannya cakep, juga karena orang2 kantor banyak yg pake, jadi banyak tech support gratisan deh, heheheh.

Instalasi berjalan mulus, lebih lancar dari tol Jagorawi. Booting pertama, sip.. gak ada masalah..!
Masalah pertama mulai nongol waktu kulihat Headset yang tergeletak di atas meja.. kayaknya ada yg ngganjel ya..
walah ternyata aku baru nyadar, file2 pentingku (termasuk lagu2 gending jawa pengantar kerja) masih ketinggalan di mesin Window$ yang notabene udah jadi “kandang virus” itu.
File sistem di Fedora pun ku acak2, kagak ketemu juga.
di locate, ketemu di /dev/disk/by-label/hd.
tapi begitu di bukak, eh ternyata si fedora belom kenal sama NTFS.. gimana bos…?
lagi2 mbah google punya solusinya.. pake ntfsprogs sama ntfs-3g.
langsung…

1. Untung di Fedora ada fasilitas buat install paket langsung dari repositori-nya, yap.., pake ‘yum’.
Buat nginstall ntfs-3g, kita bakal butuh utilitas2 seperti ntfsprogs-gnomevfs dan fuse.
Makanya di install bareng2 pake yum. Commandnya:

# yum install fuse fuse-libs ntfs-3g ntfsprogs ntfsprogs-gnomevfs

2. tunggu aja beberapa lama, sampe instalasi benar2 selesai. sesudah itu siap mounting deh..

# mkdir /mnt/windows
# ntfsmount /dev/disk/by-label/hd /mnt/windows

3. nanti bakal muncul warning, tapi gak usah dibaca (males bgt, soalnya pake bahasa inggris,. Berhubung rasa nasionalisme yang tinggi, aku gak pernah baca itu)

4. OK, silahkan di cek… masuk ke folder /mnt/windows/ terus di ls deh, udah ter-mount atau belom…, kalau belum ya baca lagi dari awal. heheheh.

OpenBSD, Mau…?

August 16, 2007

Bismillahirrohmanirohiim..

OpenBSD adalah sebuah sistem operasi berlisensi GPL (Gak Pake Lama), yang berarti penggunanya gak perlu pake lama-lama untuk mendapatkan lisensinya. Bercanda kok, yg bener General Public License, yang berarti free, atau kerennya ‘open source’.
Jadi gini ceritanya : – source: http://corebsd.or.id/

“Pada awal 1990, Theo de Raadt bertanggunjawab untuk melakukan porting NetBSD pada mesin-mesin SPARC. Namun karena terjadi ketidakcocokan antara Theo dan NetBSD core team untuk masalah pengembangan NetBSD, membuat Theo hengkang dengan mendirikan proyek baru bernama OpenBSD.

OpenBSD lebih memfokuskan pada tujuan memproduksi sebuah operating system yang secure. Pada awal 1996, OpenBSD team membuat analisa baris-per-baris untuk setiap source code yang disertakan untuk menghindari adanya potensi bugs dan security hole. Dengan tujuan menemukan bugs sebelum orang lain menemukannya, membuat OpenBSD semakin matang dengan konsep “secure by default”-nya.

OpenBSD juga mengembangkan porting ke banyak mesin, hal ini sepertinya terinfluence dengan pengembangan NetBSD mengingat OpenBSD juga lahir dari NetBSD, telah banyak mesin-mesin Motorola 86k, VAX, dan Intel yang berhasil diinstall OpenBSD sebagai operating systemnya”

Ya, gitu deh pokoknya. Setau saya yang baru beberapa bulan mengenalnya, OpenBSD memang pantas untuk diperhitungkan untuk penggunaan sistem server, maupun kebutuhan netflow.
Beberapa keuntungan OpenBSD menurut yang pernah saya alami ya kira2 kayak begini…

  • Ringan. Untuk sistem operasi server, OpenBSD bisa dibilang sangat ringan (tidak lebih dari 1 CD distribusi).
  • Nggak manja. PC P1, RAM 16Mb sudah cukup memadai untuk dipakai sebagai gateway atau bridge yang cukup handal dengan racikan OpenBSD.
  • Multiplatform. Hal ini lebih mengarah pada perangkat yang telah didukungnya. Tidak perlu risau untuk mengganti perangkat di tengah2 operasional, OpenBSD akan langsung mengenalinya tanpa harus melakukan update apapun pada kernel.

Mungkin sementara hanya itu yang bisa saya sampaikan, berdasar pengalaman saya yg sangat minim terhadap sistem operasi ini.
Kabar terbaru sih, kabarnya pak de Raadt (bapaknya si OpenBSD) agak bersilisih paham dengan mas Linus (bapaknya si Linux). yaa, kok gitu ya.. padahal yang bener kan orang2 pinter pada ngumpul terus mikir bareng, terus bikin sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia.
Sampeyan setuju…?

———–
dEekZ_
———–