OverAll…

April 14, 2008

ok, ok,.. sebelum saya babak belur ditimpukin batu bata sama orang2 sekantor gara2 gak bawa oleh2 sama sekali dari Jogja, mending saya cerita dulu.

Rencana balik ke jakarta pukul 7 malem pake kereta api, eh, pukul setengah 2 ATM off line semua, padahal cuman ada beberapa lembar duit saja di dompet. Panik, akhirnya nunggu sambil berdoa (sambil belanja dagadu, yang bayarnya bisa gesek :D) Balik dari dagadu, ATM lencar lagi (horeee). Tapi, tiket kereta kosong yang ke jakarta, udah ludes semua. huks..!

Apess

Di pintu ATM itu tulisannya “Maaf, ATM OFFLINE!”

Panik lagi, langsung pukul 2 cabut ke terminal buat berburu bis malem ke Jakarta. Wih, dapet juga, tapi.. Oh God, berangkat pukul 3 sore, itu berarti beberapa menit kemudian. :((
Jadilah akhirnya, di atas bis malem, pukul 3 sore, dengan tangan kosong, tanpa oleh-oleh, perut belum terisi apapun. Sip, lengkaplah sudah!

Pas sampe di Kendal, kaca spion sebelah kiri bisnya ancur, gara-gara kebentur bak truk.
Ya, kira-kira seperti itulah, jadi kalo masih ada yang nanyain oleh-oleh sambil ngomel juga, ok, saya terima. Tapi di mana hati nuranimu wahai manusia… huuuuu… :((

Padahal kemaren ada yang wanti-wanti pesen “hei, jangan lupa bawa makanan khas nya yah..!” dengan tatapan mata yang seolah berkata “heh, gak bawa makanan, gue gorok lu.” Dan sekarang dengan pasrah saya hanya bisa mengatakan “silahkan”, sambil nyodorin leher.

*but overall, I do enjoy this trip!

Advertisements

mahalnya celana jeans

March 16, 2008

jeans

hari rabu tanggal 12 kemaren, yg tinggal di jakarta pasti tahu bagaimana binalnya lalu lintas sore harinya, selepas hujan.

kendaraan menumpuk hampir di setiap ruas jalan yang bisa dilalui di jakarta. saya pun menjadi salah satu dari banyak orang yang mungkin terkena imbasnya.

pukul 6 berangkat ke kampus di kawasan roxy untuk ujian akhir mata kuliah sistem digital, dan tebak apa yang terjadi..
dari kebayoran ke blokm yang biasanya hanya 5-10 menit, kali ini bengkak menjadi 1,5 jam! jadilah saya di blokm pukul 7.30, untuk ujian yang dimulai pukul 7, harusnya sekarang pun saya sudah terlambat.

kondisi yang gerimis, kelalahan yang luar biasa, macet yang bikin sesak membuat saya berpikir, apa iya mau dilanjutkan? keraguan pun berakhir ketika melihat antrean tiket busway di blokm yang sangat-sangat tidak wajar. dengan asumsi tiba di kampus sekitar pukul 21.30 bukan hanya ujian yang telah selesai, kampus pun telah dikunci.
bulat tekat saya sekarang. kampus, ujian dan berdesakan di busway telah saya coret dari jadwal saya hari itu. saya ada blokm, pukul 7.30 dengan pembatalan mutlak untuk ke kampus. apalagi yang saya pikirkan, tentu saja masuk ke mall dan.. shopping!

jadilah sekarang, keluar dari blokm, pulang dengan hasil sebuah celana jeans baru. ya, jeans yang tak hanya berharga beberapa rupiah, tetapi juga 3 sks sistem digital saya.

Mari Menjilat

March 14, 2008

Penjilat Pantat bos
Bagaimana agar saya bisa cepat naik jabatan dan memperoleh gaji bagus di kantor ?
Saya telah menemukan caranya, menjadi penjilat. Ya, bekerja sekenanya bahkan cenderung hanya bermain-main saja, mendengarkan musik dan ngobrol dengan teman-teman di internet di saat bos tidak ada, tapi ketika si bos datang, segera saya akan mengganti wajah. Serius bekerja dengan membuka aplikasi yang ‘keren’ dan akan membuat bos terkesan, memegang kepala dengan sebelah tangan agar terkesan berpikir keras memecahkan persoalan perusahaan, wah, pasti bos segera akan melihat bahwa saya adalah seorang karyawan teladan yang akan segera membuat profit perusahaan meningkat puluhan kali lipat.
Saya juga tidak perlu bergaul dengan karyawan-karyawan lain yang tidak terlalu saya butuhkan, cukup dekati dan ciptakan kesan akrab dan kekeluargaan dengan para dedengkot perusahaan saja. Mulai supervisor ke atas lah. Saya akan usahakan untuk berkomunikasi dengan mereka setiap harinya, entah itu membicarakan issue yang sedang hangat yang bermunculan di berita, ataupun sekedar bertanya kabar dia atau keluarganya.

Tak lupa untuk melihat keadaan sekitar, lihat saja, siapa yang sekiranya akan menghalangi langkah saya. Orang yang bekerja dengan serius dan mulai menarik hati pimpinan tidak bisa dibiarkan, tentu saja akan ‘membahayakan’ jalan saya. Jatuhkan dia! Bagaimanapun caranya, kalau perlu yakinkan atasan bahwa saya lah yang paling baik, tak lupa dengan sedikit bumbu keburukan-keburukan si rival kerja. Pasti bos tak akan meliriknya lagi.

Ok, lengkaplah rencana saya. Bisa saya pastikan si bos akan sangat dekat dengan saya, yakin denga kinerja saya dan yang paling pokok adalah jabatan bagus dan gaji saya yang akan terpompa dengan lancar. Huuh..

Hey, apa Anda orang seperti saya ??

HITACHI Storage Day 2008

March 13, 2008

HDS

Rabu tanggal 12 Maret kemaren saya hadir di sebuah acara bertajuk HITACHI Storage Day 2008, sepertinya tahun ini Hitachi sedang gencar-gencarnya menancapkan kukunya di ranah IT tanah air. Baru saja menginjak bulan ketiga, Hitachi telah melakukan tak kurang dari 3 acara seperti ini, CMIIW.

Pabrikan yang cukup sukses menguasai dunia per-kompor-an Indonesia ini kemaren menggandeng partner-partner dekatnya untuk ikut serta mengisi acara. Cisco, Nortel, Universal System, JP1 dan yang lain juga menurunkan pembicara-pembicara hebatnya untuk menarik hati para pelaku enterprise yang kebetulan hadir (namun lebih sebagai lantunan lagu dika bobok yang mendayu-dayu di telinga saya).

Sehari penuh acara ini digelar, dengan magnet berupa sebuah laptop Acer sebagai doorprise utamanya, siapa yang ingin meninggalkan ruangan sebelum acara selesai?

Saya predikisikan juga dana yang dirogoh juga tak sedikit. Bayangkan saja, 3 hall utama di ShangriLa hotel di booking untuk acara ini.

Satu hal yang baru saya sadari beberapa menit sebelum acara benar-benar ditutup adalah: Sayalah orang yang paling kurus dan tak terurus di seluruh ruangan ini. Bah!!

Google di IPv6

March 13, 2008

Google IPv6

Setelah menunggu lama (siapa yang nungguin?) Akhirnya Google jalan juga di IPv6.

Hehehe, Happy Googling..!

Cinta dalam Ayat-Ayat

March 10, 2008

Ayat-ayat cinta

“Yuk, nonton Ayat-Ayat Cinta..!”
Suatu hari seorang teman berkata pada saya. Heh, saya tau itu film yang diangkat oleh Hanung Bramantyo -sutradara muda kondang yang telah sukses menelorkan film-film berkelas- dari novel best seller Habiburrahman.

Menariknya film ini? Sejauh ini saya belum menemukannya.Lho? beberapa teman mencibir kepada saya dan sebagian berkata “gak punya citarasa!”. Biar! Saya tetap menganggap penggarapan film ini sedikit ‘memaksa’. Setting yang diambil (seharusnya berada di Mesir, menurut novel aslinya) tak lebih dari 20% nya saja yang benar-benar dilakukan di Mesir, selebihnya? Saya kurang tau pasti, yang jelas ada di Indonesia, dengan properti seadanya. Saya berani mengatakan film ini laris karena images novelnya yang bertitle “Best Seller” telah terlebih dahulu merasuk ke otak para calon penonton yang saya bisa jamin lebih dari 90% nya sudah hapal betul alur cerita film yang akan ditonton ini.

Setting film yang memanjakan penikmat cerita cinta sejati dengan hiasan air mata di sana-sini jelas terlalu biasa di Indonesia bukan? Saya (dan Anda semua) bisa dengan jelas menangkap nuansa Islam yang begitu kental di sepanjang film ini, dan inilah nilai lebihnya, bukan cerita cinta nya Bung!

Hal yang paling menggelitik saya adalah, perilaku penontonnya. Hampir 40% rekan saya yang menonton film ini jadi berubah! Iya, Bahasa-bahasa Arab kagetan jadi sering terdengar, teman wanita mulai berjilbab (yang tentu hanya sebagian kecil saja), dan lain sebagainya. Wow, senangnya melihat ini. tapi saya pernah menulis bahwa bangsa Indonesia ini terlalu latah untuk dibilang ‘mendapat hidayah’, tapi semoga saya salah.

Aman Pak…

March 3, 2008

Wajah dan kumis pak pulisi yang eksotis sengaja tidak ditampilkan, demi kebaikan bersama. :D

Jumat sore saya mampir ke Bank BCA di deket kantor. Sambil ngantri ATM, saya melihat bapak pulisi sedang duduk dengan santai. Saya pun berpikir,

Kerja Pak pulisi yang bertugas di bank begini ngapain aja ya..? Datang, berdiri, muter2, duduk, ngopi, berdiri lagi, keliling lagi dst. Satu hal yg saya simpulkan (tanpa perlu ikut praktek dulu), bosan! Mau ada kerjaan? Apa iya Pak Pulisi berdoa, ‘ya Tuhan, tolong Engkau kirimkan perampok untuk saya tangkap, biar saya ada kerjaan ya Tuhan..’?

Eit, tunggu dulu, saya nulis begini bukan karena sentimen sama pulisi lho ya..